persamaan bahasa indonesia dan jepang

Perbandinganmereka menghasilkan pengamatan yang sangat menarik. Kesamaan antara Budaya Jepang dan Cina. Ada banyak kesamaan antara budaya dan kehidupan orang-orang di kedua negara tetangga ini. Diharapkan, kesamaan ini lebih mudah terlihat oleh pengamat dari negara ketiga, dibandingkan dengan orang yang termasuk salah satu dari mereka. 2 Ragam Bahasa. Bahasa Jepang dikenal dengan keragaman bahasa karena memiliki beberapa tingkatan dalam penggunaannya. Jadi, saat berbicara dalam bahasa Jepang, kamu harus tahu penggunaan kalimat untuk komunikasi dengan orang yang lebih tua dan teman sebaya. Berbeda halnya dengan bahasa Indoensia yang tidak mengenal tingkatan penggunaan bahasa. 4. Darianalisis kontrastif antara kata benda bahasa Jepang dengan kata benda. bahasa I ndonesia diatas dapat diambil kesimpulan kata benda dalam bahasa. Indonesia disebut juga denga nomina seperti Mungkinpost berikut saya akan share persamaan kanji jepang dengan hanzi tradisional. Berikut beberapa kanji/hanzi yang sama dan memiliki arti sama: 1. 来年 ( tahun depan) Dalam mandarin, hanzi ini dibaca Láinián. Dalam jepang, kanji ini dibaca Rainen. 2. 料理 ( masakan) Dalam mandarin, hanzi ini dibaca Liàolǐ. PemerintahJepang memaksa masyarakat Indonesia untuk mengikuti upacara dan budaya Jepang. Pemerintah Jepang mengizinkan orang Indonesia untuk mendirikan pesantren, organisasi, dan budaya tradisional. Warga negara Jepang tidak menghargai atau meremehkan status wanita. Hal ini karena pemerintah Jepang membuat tipu muslihat untuk mengirim wanita Partnersuche Für Alleinerziehende Mütter Und Väter. Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Percaya gak kalau Jawa dan Jepang itu sedenyut dan sealiran darah? Maksudnya, ada banyak persamaan baik dalam bahasa maupun cara pikirnya, setidaknya dalam pandanganku sebagai native Jawa yang saat ini sedang mendalami Jowo yang belajar bahasa Jepang pada awalnya pasti merasakan beberapa kemiripan antara Jepang dan Jawa ini. Misalnya, dalam hal hurufnya yang berbunyi sesuai dengan mora atau jumlah ketukan. Dalam pengajaran Bahasa Jepang tingkat awal, secara mudahnya huruf Bahasa Jepang di istilahkan dengan 「あかさたな」 "A, Ka, Sa, Ta, Na", untuk lebih memudahkan masuk dalam otak orang Jawa. karena ada kemiripan bunyi dalam huruf Bahasa Jawa "Ha Na Ca Ra Ka". Keduanya dituliskan tanpa spasi dan juga masing-masing memiliki "huruf dasar" yang kemudian ada beberapa perubahan untuk variasi bunyinya yang lain. Bedanya, huruf dalam Bahasa Jawa ini berasal dari suatu legenda "Aji saka". Sedangkan huruf kana bahasa Jepang dari huruf kanji yang dengan cara pikir antara Jawa dan Jepang ini aku tersadar, saat aku berkumpul dengan keluarga besar yang hampir semuanya orang Jawa saat mudik hari Raya tempo hari. Beberapa peristiwa yang tertangkap mata dan telingaku saat berkumpul dengan keluarga besar hal pemakaian bahasa halus dan gesture santun ini secara tidak sadar satu-satunya anak laki-lakiku menyadarkan aku kalau Jawa dan Jepang ini mirip. Maklum anak laki-laki, biasanya kasar dalam tingkah laku dan bahasa, apalagi dibesarkan dalam lingkungan Suroboyo-an. Dia meninggalkan Surabaya belum genap berusia 15 tahun. Dan semua orang, aku kira akan maklum jika dia berlaku kurang sopan dalam kacamata wong Jowo asli. Suatu saat semuanya sedang duduk santai di bawah. Anak laki-laki ku harus melewati eyang bulik, eyang Ti, pak de, dan tantenya. Sangat mengejutkan mereka semua, karena dia mengangkat salah satu tangannya di depan hidung, tanda meminta ijin untuk lewat melangkahi orang-orang yang lebih tua yang sadang leyehan duduk di bawah. Spontan eyang bulik adik ibuku berujar, “Wah hebat koe le, suwi neng Jepang kok isih eling adat Jowo”Aku sempat tertegun, anakku langsung berucap, “Tidak eyang bulik, yang saya lakukan itu ya seperti biasanya anak-anak Jepang jika ingin minta jalan untuk lewat”Ya, memang dalam adat Jepang, meminta jalan itu dinyatakan dengan bahasa tubuh mengangkat sebelah tangan di depan hidung. Sedangkan adat Jawa, menyulurkan tangan ke bawah. Baik dalam Jawa dan Jepang disertai dengan gesture sedikit membungkukan badan sedikit. Dalam bahasa Jawa disertai ucapan “nuwun sewu”, sedangkan dalam bahasa Jepang disertai ucapan ”sumimasen”Minggu lalu saat diskusi dengan teman di kampus, smsku yang aku kirim untuk anak secara tidak sengaja, sempat terbaca teman kampus. Waktu itu aku cuman tulis "iyo". Eehh... si teman cewek Jepang itu nanya, 「いよ」ってインドネシア語?日本語と似ているね "iyo" tte Indonesiago? Nihongo to niteiru ne emang itu Bahasa Indonesia? Mirip banget bahasa Jepang ya. Ya jelas ajalah si teman itu penasaran setengah mati, karena memang dalam bahasa Jepang ada 良いよii yo, yang biasa diartikan "Boleh kok, silakan" dalam ragam bahasa non formal, dalam formalnya berbunyi 良いですよii desu ragam bahasa formal dan non formal, ada juga lho kemiripan antara Bahasa Kromo, bahasa Jawa, dan 敬語keigo, ragam Bahasa Halus, bahasa Jepang, tetapi pemakaiannya berbeda, saling bertolak belakang. Katanya di antara bahasa-bahasa yang ada di Asia yang memiliki ragam Bahasa Halus, hanya bahasa Jepang yang berbeda. Untuk menentukan seseorang memakai Bahasa Halus ini baik dalam bahasa Jepang maupun Bahasa Jawa, di tentukan dengan cara mempertimbangan posisi diri dan lawannya. Dalam Bahasa Jepang jika lawanya dianggap 'orang luar', maka untuk membicarakan sesama 'orang dalam' 身内 Miuchi, dipakai 謙譲語 kenjogo Bahasa kromo inggil versi Bahasa Jepang untuk merendahkan diri. Beda akan halnya Bahasa Jawa, tidak memperdulikan yang dibicarakan itu "orang dalam" atau bukan, yang terpenting adalah orang yang dibicarakan itu lebih tua dalam usia kalender atau lebih dituakan dalam konteks status sosial masyarakat. Inilah bedanya, memang cukup membinggungkan pembelajar bahasa Jepang orang Indonesia terutama orang Jawa karena titik tolak berpikirnya adat Jawa ada hitungan weton, di Jepang juga ada lhoo, tapi jumlahnya 6, di sebut 六曜, bukan lima seperti di Jawa. Sepertinya menghitungnya juga berbeda. Kalau dalam adat Jawa ada pon, wage, kliwon, legi, pahing. Sedangkan adat Jepang ada 先勝senshou, 友引 tomobiki, 先負senbu, 赤口akakuchi, 大安 taian, 仏滅 memiliki makna yang beda. Misalnya jika akan melakukan upacara kremasi jenazah, pasti dihindari hari 友引 tomobiki, karena memiliki 'menarik teman'. Jadi harus ditunda, tetapi beda untuk menentukan hari pernikahan 友引 tomobiki, dan 大安 taian'keselamatan besar' merupakan hari baik. Juga pada saat pindahan jika harinya jatuh pada 先勝senshou, maka pindahannya dilakukan sejak pagi, karena jika lewat siang hari bukan merupakan saat yang baik, berlawanan dengan 先負senbu, pindahannya dimulai pada sore sekelumit Jawa dan Jepang yang ternyata sedenyut senadi. Pada beberapa bagian sama, tetapi karena sudut pandang beda, yang berbalik maknapun juga ada. Kalau tidak mendapatkan informasi yang cukup, pastilah akan kebolak balik memakainya. Misalnya jika pembelajar bahasa Jepang yang orang Jawa itu, suatu saat bekerja di suatu perusahaan besar Jepang dan waktu terima telpon dia membahasakan bosnya dengan Bahasa Kromo Inggil yang terinterferensi cara pikir Jawa, bisa runyam. Dalam adat Jawa, si Boss harus dituakan dan biasanya dari status sosial masyarakatnya jelas si bossnya itu lebih tinggi dari si penelpon, jadi harus memakai Kromo Inggil. Tetapi dalam bahasa Jepang, berbalik. Jadi kalau dia waktu menelpon itu memakai cara pikir Jawa, bisa-bisa dia dipecat, dianggap tidak sopan telah mencemarkan perusahaan karena tidak merendah diri terhadap lawan perusahaan lain. Suatu keharusan memakai bahasa yang merendah serendah-rendahnya karena lawannya adalah 'orang luar'. Tidak peduli kedudukan si penelpon hanyalah seorang pegawai rendahan sekalipun dalam perusahaannya. Sedangkan orang yang dibicarakan adalah Boss besarnya. Jawa dan Jepang, yang sedenyut senadi, tapi juga tak sejalur sealiran. Hanya diperlukan kesadaran untuk terus mencari sebuah informasi untuk bisa berinteraksi yang bernuah manis harmonis bagi pembelajar bahasa Jepang orang Indonesia atau pun pemerhati budaya Indonesia orang Jepang. Lihat Sosbud Selengkapnya Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Indonesia dan Jepang memang punya sejarah yang cukup teringah diingatan seluruh masyarakat Indonesia pada beberapa era yang lalu, namun itu tidak menjadikan hubungan Indonesia dan Jepang di masa sekarang menjadi tidak baik. Dua Negara ini memiliki beberapa kesamaan yang menurut saya mungkin bisa menjadikan hal tersebut sebuah chemistry dalam menjalin hubungan bisinis ataupun kan? Indonesia dan Jepang berada dalam satu benua yang disebut dengan Asia. Walaupun jarak kedua negara jauh, tapi tetap saja berada dalam satu benua. Yang menjadi pembeda adalah letak kedua negara ini berdasarkan kawasannya. Indonesia berada di kawasan asia tenggara dan Jepang ada di kawasan asia Kira-kira persamaan apa yang anda bisa lihat dari kedua bendera tersebut? Bagaimana, sudah tahu yang membuat keduanya sama? Iya, tentu saja adalah sama-sama terdiri dua warnaDan kedua warnanya pun sama, yaitu merah dan bentuk tampilan benderanya berbeda. Kalau Indonesia warna merah dan putihnya sama-sama persegi panjang, sedangkan bendera jepang warna merahnya berbentuk Persamaan dua Negara ini selanjutnya adalah gempa bumi. Indonesia dan jepang cukup sering terkena guncangan gempa bumi. Yang paling diingat oleh seluruh dunia adalah kejadian gempa luar biasa yang menyebabkan Tsunami dan menelan cukup banyak korban dan Jepang terbilang Negara-negara yang budayanya cukup kental dan masyarakatnya memegang teguh budaya Negara mereka. Tidak hanya di satu dua kota yang memiliki budaya kental disetiap Negara. Hamper disetiap bagian daerah di Negara tersebut memiliki budaya yang menarik dan berbeda. Hal itu yang membuat daya Tarik juga bagi para wisatawan yang datang untuk berlibur. Tidak jarang wisatawan yang sangat tertarik oleh budaya dua Negara ini sampai-sampai bisa tinggal dan memperlajari budayanya sangat bisnis antara Indonesia dan Jepang cukup berjalan baik, walaupun sempat tersendat karena proyek kereta cepat yang tadinya akan digarap oleh jepang tidak jadi. Namun, merek – merek brand dari Jepang yang masuk ke Indonesia cukup banyak seperti Toyota, Brother, Nikon, Dll. 1 2 Lihat Politik Selengkapnya

persamaan bahasa indonesia dan jepang