pertolongan pertama pada kecelakaan untuk menolong jiwa seseorang

PertolonganPertama: CPR dan AED Resusitasi jantung paru, atau CPR, adalah salah satu prosedur medis darurat yang paling penting. Jika seseorang mengalami serangan jantung, di mana jantung mereka tidak berdetak, mereka bisa mati. Melakukan CPR atau menggunakan AED dapat menyelamatkan nyawa mereka AED tersedia di banyak area publik dan bisnis. JikaAnda memiliki keterampilan pertolongan pertama dasar, cobalah untuk mengobati cedera yang berpotensi mengancam jiwa mereka. Seperti diketahui, terdapat beberapa kasus yang membutuhkan Pelatihaanpertolongan pertama pada korban dinamakan Medical First Respondent (MFR) ini adalah pelatihaan dasar untuk seorang penolong yang pertama kali tiba di lokasi kejadian. Seorang penolong terlatih dalam tingkatan paling dasar untuk menolong. Sebelum korban di bawa ke rumah sakit penolong mempunyai kewajiban yaitu: 1. Menjaga 3 Ketrampilan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan dan Pengetahuan Praktis tentang Kesehatan merupakan alat pendidikan bagi para pramuka sesuai selaras dengan perkembangannya agar mampu menjaga kesehatan dirinya dan keluarga serta lingkunganny, dan mempunyai kemampuan yang mantap untuk menolong orang lain yang mengalami kecelakaan. MATERI POKOK 1. ApabilaAnda melihat orang pingsan, lakukanlah pertolongan pertama yang sudah dijelaskan di atas. Pastikan untuk selalu bersama pasien selagi menunggu bantuan medis datang. REFERENSI. https://www.sehatq.com. Pertolongan Pertama pada Orang Pingsan, diunduh tanggal 20 Mei 2022. Wulan, Astrid (29 desember 2021). Pertolongan Pertama pada Orang Pingsan. Partnersuche Für Alleinerziehende Mütter Und Väter. JAKARTA, - Semakin ramainya pengguna jalan beraktivitas di jalan raya membuat risiko terjadinya kecelakaan semakin besar. Kecelakaan pun dapat terjadi di mana saja dengan kemungkinan korban terluka. Saat peristiwa kecelakaan akan selalu ada pengguna jalan lain yang menjadi saksi dan berada di lokasi kecelakaan. Namun bagaimana sikap yang tepat saat ada kecelakaan terjadi sebab selama ini peristiwa kecelakaan lebih sekedar tontonan pengguna jalan di sekitar keselamatan berkendara Rudy Novianto mengungkapkan saat terjadinya kecelakaan hal yang perlu dilakukan adalah bertindak menolong. Namun dengan catatan tertentu. "Pastikan melakukan pertolongan dengan pengetahuan untuk melakukan tindakan pertama saat kecelakaan. Ini yang kadang tidak disadari oleh pengguna jalan lain," ucap Rudy saat dihubungi Selasa 25/9/2018.Baca juga Triliunan Rupiah Habis Hanya untuk Kecelakaan Lalin Rudy mengungkapkan, selama ini korban kecelakaan langsung ditangani dengan gegabah oleh penolong tanpa tahu apakah luka yang diderita dapat menyebabkan sakit yang lebih parah. Rudy mencontohkan kerap kali korban kecelakaan segera diangkat untuk dipindahkan ke sisi jalan hanya karena menyebabkan macet. Di negara-negara berkembang, seseorang tidak diperkenankan melakukan tindakan apapun kepada korban kecelakaan jika tidak memiliki pengetahuan dan sertifikasi penanganan pertama pada kecelakaan. Lantas apa yang dapat dilakukan? "Memastikan kondisi korban dan segera melaporkan pada unit reaksi cepat seperti ambulans atau petugas kepolisian yang dapat bertanggung jawab. Tentu setelah sebelumnya meminggirkan kendaraan di tempat aman sebelum turun untuk memberikan pertolongan. Jangan melakukan tindakan apapun sebelum yang memiliki pengetahuan pertolongan pertama," ucap Rudy. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Pertolongan Pertama- Kecelakaan dapat terjadi dimana saja dan kapan saja. Ketika terjadi kecelakaan, kita akan cenderung khawatir dan panic. Kita mungkin ingin segera menolong korban kecelakaan mungkin terjadi di jalan, di rumah dan bahkan di lokasi kerja. Untuk menangani korban kecelakaan agar tidak mengalami luka yang semakin memburuk, kita harus memberikan pertolongan sangat jarang diantara kita yang mengetahui prosedur pertolongan pertama pada kecelakaan sehingga tak jarang yang kita anggap untuk menolong korban, justru bisa memperburuk keadaan korban kecelakaan. Dalam artikel ini akan dibahas langkah – langkah yang bisa dilakukan untuk memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan sebelum ambulans dan tenaga medis datang.[readme_to]Baca Juga Pertolongan Pertama Pada Luka Bakar Berdasakan Tingkat Keparahan [/readme_to]1. Jangan Pindahkan Tubuh KorbanJika kecelakaan terjadi di jalan raya, jangan pindahkan tubuh korban meskipun korban berada di tengah jalan. Biarkan korban tetap pada posisi semula. Karena dengan memindahkan tubuh korban mungkin bisa berakibat pada semakin buruknya luka yang mungkin di derita oleh korban. Misalnya terjadi patah tulang, jika tubuh korban di pindahkan secara sembarangan akan mungkin jika tulang yang patah tersebut bergeser dan menyebabkan luka semakin Jangan terburu – buru memberikan minumJika korban dalam keadaan setengah sadar, jangan berikan minum. Mungkin kita berpikir bahwa memberikan minum akan membuat korban tenang. Namun, memberikan minum pada korban dengan benturan kepala akan dapat menyebabkan gegar otak. Jadi usahakan untuk tidak memberikan apapun kepada korban termasuk air Jaga agar korban tetap sadarKetika menjadi korban kecelakaan, pasti korban akan merasa setengah tidak sadar. Tugas anda adalah dengan terus mempertahankan kesadaran korban. Anda bisa mengajaknya terus berbicara dengan menanyakan informasi pribadinya seperti alamat rumah, namanya, keluarg yang bisa dihubungi atau tempatnya Minta korban menggerakkan tangan dan kakinyaMinta korban untuk mencoba menggerakkan kaki dan tangannya. Apakah korban dapat menggerakkanya dengan mudah atau korban merasa kesakitan ketika menggerakkannya atau bahkan mungkin korban tidak bisa menggerakkan kaki dan tangannya sama sekali. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah terjadi patah tulang pada kaki dan tangan Jangan lepaskan helm jika korban menggunakan helmJika korban merupakan korban kecelakaan motor dan sedang mengenakan helm, jangan coba untuk melepaskannya. Biarkan saja helm masih itu hingga petugas medis dan ambulans datang. Melepaskan helm akan meningkatkan resiko gegar otak atau luka pada batang Periksa pernafasan korbanPeriksa pernafasan korban. Jika anda memiliki keahlian untuk melakukan nafas buatan, anda bisa melakukannya pada korban jika korban mengalami gangguan pernafasan. Namun jika tidak, sebaiknya anda menunggu petugas medis Perhatikan apakah ada pendarahanPerhatikan luka pada tubuh korban. Cari apakah korban mengalami luka menganga yang mengeuarkan cukup banyak darah. Jika terdapat luka yang cukup banyak mengeluarkan darah, cari kain atau apapun dan tekan pada luka tersebut untuk mengurangi Jangan bergerombolSama seperti korban yang pingsan, korban kecelakaan juga tidak bolek dikerumuni . korban kecelakaan juga membutuhkan ruang dan oksigen untuk dapat bertahan. Jika anda mengerumuninya, hal itu justru akan membuat korban semakin merasa sesak dan Periksa denyut nadi dan deta denyut nadi korban dan detak jantung korban. Jika detak jantung berhenti segera lakukan CPR Cardiopulmonary resuscitation.Cara melakukan CPRKompresi dada mengembalikan sirkulasi darahBaringkan korban pada tempat aman dan rata dengan permukaan keras yang cukup menopang tubuh korban. Duduk dengan posisi berlutut disamping bahu dan leher korban. Letakkan tumit salah satu telapak tangan tepat di tengah dada diantara kedua putting susu. Letakkan tangan satunya diatasnya. Posisikan siku tetap lurus dan bahu sejajar diatas kedua tangan. Gunakan berat tubuh bagian atas untuk menekan dada korban sedalam 5 cm. tekan kuat – kuat dan cepat. Jangan melakukan pemberian nafas buatan setelah CPR jika anda bukan tenaga medis atau memiliki latar belakang pendidikan dan pelatihan kecelakaan. Karena hal itu justru akan dapat memperburuk keadaan Lakukan perawatan pada patah tulangJika anda telah mengetahui bahwa tangan aau kaki korban mengalami patah tulang, anda bisa mengikatnya untuk menjaganya tetap pada posisinya. Cari benda lurus yang keras untuk menopang tulang dan ikat dengan kain. Jangan izinkan korban menggerakkan anggota tubuhnya.[readme_to]Baca Juga 17 Daftar Isi Kotak P3K Yang Wajib Kamu Punya Di Rumah[/readme_to]11. Jangan meletakkan tangan diatas perut atau dada korbanDada korban memiliki resiko terbentur yang dapat mengakibatkan patah atau retaknyatulang rusuk. Jika korban meletakkan tangannya di atas dadanya, ada kemungkinan tulang yang patah akan masuk ke bagian dalam dan mungkin menekan paru – paru yang mungkin mengganggu pernafasan Tenangkan korban dan panggil ambulansSetelah melakukan segala pertolongan, segera panggil ambulans dan tenangkan Catat segala hal yang anda lakukan selama memberikan pertolongan pertamaDengan mencatat semua hal yang kita lakukan saat memberikan pertolongan pertama, maka hal itu juga akan membantu petugas medis yang datang memberikan pertolongan. Hal itu juga bisa digunakan oleh dokter untuk memutuskan apa yang bisa dilakukan adalah beberapa hal yang mungkin kita lakukan untuk memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan. Yang paling penting adalah untuk segera mengehubungi ambulans dan petugas medis. Selama menunggu bantuan datang, kita bisa menjaga agar kesadaran korban tetap terjaga. Halodoc, Jakarta - Kecelakaan bisa terjadi kapan dan di mana saja, tanpa bisa diprediksi. Hal tersebut bisa menyebabkan munculnya luka, baik ringan hingga berat. Pertolongan pertama pada kecelakaan diperlukan untuk membantu korban kecelakaan bertahan, hingga petugas medis datang untuk memberi pertolongan lebih lanjut. Terlebih pada kasus kecelakaan parah, yang menyebabkan korban mengalami perdarahan atau luka berat. Pertolongan pertama pada kecelakaan bisa membantu mencegah risiko kondisi yang lebih parah, ketika menunggu bantuan tenaga medis. Jika tidak dilakukan, nyawa korban kecelakaan bisa saja tidak tertolong lagi. Baca juga Pertolongan Pertama Luka Bakar Akibat Terkena Minyak PanasPertolongan pertama pada kecelakaan merupakan penanganan darurat untuk korban kecelakaan. Pertolongan ini harus dilakukan secara tepat untuk menyelamatkan nyawa korban. Berikut ini langkah pertolongan pertama pada kecelakaan yang bisa dilakukan dan Waspadai Kondisi LingkunganLangkah pertama yang perlu dilakukan sebelum melakukan pertolongan pertama pada kecelakaan adalah mengamati lingkungan sekitar. Hal ini bertujuan untuk mengetahui penyebab kecelakaan, sehingga bisa tahu langkah apa yang perlu dilakukan sebagai pertolongan pertama. Pastikan juga keselamatan diri dan orang di sekitar, agar tidak menambah Tingkat Kesadaran KorbanBeberapa korban kecelakaan bisa saja mengalami kondisi hilang kesadaran. Jika tidak ada indikasi luka berat, periksalah tingkat kesadaran korban, dengan menepuk pundak atau memberikan wewangian untuk menyadarkan juga Pertolongan Pertama pada Orang yang Mengalami Penurunan Pernapasan dan Kondisi Luka KorbanLangkah selanjutnya adalah periksa jalan napas dan pernapasan korban. Dekatkan jari ke lubang hidung korban untuk memeriksa apakah korban masih bernapas atau tidak. Kemudian, periksa juga apakah ada perdarahan dan bagaimana kondisi luka korban. Kompresi Dada untuk Memberikan Bantuan PernapasanKetika korban dalam kondisi tidak sadar, salah satu langkah pertolongan pertama yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan kompresi dada. Hal ini bertujuan untuk membantu pernapasan melakukannya dengan meletakkan salah satu tumit tangan di tengah dada korban, sembari meletakkan tumit satunya dengan kondisi jari-jari tangan mengunci. Lalu, tekan dada menggunakan tumit dengan kedalaman 4 hingga 5 centimeter. Jika tidak ada tanda yang lebih baik, segera bawa korban ke instalasi gawat darurat rumah sakit terdekat, agar mendapatkan penanganan yang lebih juga Pertolongan Pertama pada Kecelakaan Sepeda Kondisi LukaJika menemukan luka pada korban, segera obati luka tersebut agar tidak mengalami pendarahan berat yang dapat memperparah kondisi korban. Namun, penanganan luka harus dilakukan sesuai dengan jenisnya. Jika terdapat luka terbuka yang mengeluarkan darah terus-menerus, gunakanlah kain bersih untuk menutup luka, agar perdarahan berhenti untuk beberapa langkah pertolongan pertama pada kecelakaan yang bisa dilakukan. Ketika terjadi kecelakaan, sebaiknya jangan panik. Tetaplah bersikap tenang agar dapat membantu memberikan pertolongan pertama untuk korban kecelakaan dengan cepat dan tepat. Jika ada yang masih belum jelas, kamu bisa tanyakan pada dokter di aplikasi Halodoc. Jika pertolongan pertama pada kecelakaan tidak berhasil dan kondisi korban sangat parah, sebaiknya segera bawa korban ke instalasi gawat darurat rumah sakit terdekat. Sembari memberi pertolongan pertama pada kecelakaan, kamu juga bisa meminta bantuan pada orang di sekitar untuk memanggil petugas medis agar segera datang ke lokasi kecelakaan. ReferensiThe American Red Cross. Diakses pada 2020. First Aid Training Prepare For The Diakses pada 2020. Introduction to First UK. Diakses pada 2020. First aid, what everybody should know. Skip to content Beranda / Pertolongan Pertama A-Z / 10 Pertolongan Pertama pada Kecelakaan yang Paling Penting 10 Pertolongan Pertama pada Kecelakaan yang Paling Penting Pertolongan pertama pada kecelakaan P3K adalah tindakan pertama untuk seseorang yang mengalami kecelakaan sebelum bantuan medias tiba. Selengkapnya ketahui penjelasannya di bawah ini!Apa itu Pertolongan Pertama pada Kecelakaan P3K Pertolongan pertama pada kecelakaan adalah bantuan perawatan dasar kepada seseorang yang mengalami kecelakaan atau cedera. Dalam beberapa kasus, pertolongan pertama terdiri dari tindakan awal yang diberikan kepada seseorang di tengah keadaan darurat medis. TIndakan ini dapat membantu seseorang bertahan sampai bantuan profesional datang. Sementara dalam kasus lainnya, pertolongan pertama terdiri dari perawatan yang diberikan kepada seseorang yang mengalami cedera ringan. Misalnya, pertolongan pertama biasanya diperlukan untuk mengobati luka bakar ringan, luka sayat, dan sengatan serangga. Jenis Pertolongan Pertama pada Kecelakaan P3K Tindakan pertama untuk orang yang mengalami kecelakaan tergantung pada cedera yang diderita. Panduan singkat tentang prosedur pertolongan pertama dasar ini dapat membantu seseorang melewati krisis kecil, setidaknya sampai paramedis tiba. Berikut ini pertolongan pertama pada kecelakaan berdasarkan jenis luka 1. Pendarahan Terlepas dari seberapa parahnya, hampir semua perdarahan dapat dikendalikan. Pendarahan yang ringan biasanya akan berhenti dengan sendirinya. Sedangkan perdarahan hebat tidak terkendali, dapat menyebabkan syok dan akhirnya berakibat fatal atau bahkan kematian Berikut ini langkah-langkah pertolongan pertama yang harus dilakukan untuk pendarahan, di antaranya Jika luka ringan, bersihkan atau cuci luka dan tutupi dengan plester. Jika luka dalam, tekanan langsung secara lambut untuk menghentikan aliran darah. Tutupi luka dengan kain kasa atau kain bersih. Jangan melepaskan kainnya, tambahkan lapisan lebih banyak jika perlu. Kain ini akan membantu pembentukan gumpalan untuk menghentikan aliran. Metode ini dikenal dengan nama dep luka. Dalam sebagian besar kasus, memasang tourniquet alat yang memberikan tekanan untuk mengontrol aliran darah bisa lebih merusak anggota tubuh daripada menguntungkan. 2. Mimisan Mimisan adalah kondisi yang terjadi ketika salah satu pembuluh darah kecil di selaput lendir hidung pecah. Darah juga bisa masuk ke perut dan kemudian dimuntahkan. Sebaiknya jangan menekuk kepala ke belakang atau berbaring, karena dapat meningkatkan tekanan darah di kepala sehingga meningkatkan pendarahan dan dapat menyebabkan darah tertelan sehingga menimbulkan mual dan muntah Berikut langkah dasar untuk mengurangi pendarahan Posisikan kepala dengan posisi menunduk. Posisi ini memang akan menyebabkan darah keluar agak banyak, namun ini lebih baik daripada posisi menengadahkan kepala. Tutup lubang hidung dengan telunjuk dan jari tengah selama 10 menit. Saat lubang hidung tertutup, bernapaslah melalui mulut. Jika pendarahan berlanjut, penting untuk menghubungi dokter. 3. Luka Bakar Tidak peduli apa yang menyebabkan luka bakar atau seberapa parahnya, menghentikan luka bakar dilakukan sebelum menangani luka bakar. Tingkat keparahan luka bakar didasarkan pada kedalaman dan ukurannya. Untuk luka bakar yang serius, mungkin harus mendapatkan pertolongan dokter. Berikut ini langkah pertolongan dasar untuk luka bakar Lepaskan pakaian atau kain yang menempel pada kulit yang mengalami luka bakar. Bilas luka dengan air dingin mengalir selama beberapa menit. Jangan menggunakan es. Terapkan perban kain kasa yang biasanya tersedia dalam kotak P3K. Jangan mengoleskan salep, mentega, atau obat berminyak pada luka bakar. Minum ibuprofen atau asetaminofen untuk meredakan nyeri jika perlu. Jangan memecahkan lepuh yang mungkin terbentuk. 4. Patah Tulang Fraktur Semua cedera ekstremitas perlu dirawat sebagai patah tulang fraktur sampai mendapatkan prosedur sinar-X untuk melihat patah tulang lebih jelas. Berikut langkah pertolongan pertama pada kecelakaan yang terkait patah tulang Berusaha tetap tenang. Jangan meluruskan bagian tubuh yang mengalami patah tulang. Stabilkan anggota tubuh menggunakan belat misalnya papan kayu atau majalah yang dilipat dan bantalan agar tidak bergerak. Pasang belat/bidai dengan melewati dua sendi. Misal, terdapat patah tulang betis dan tulang kering, maka bidai dipasang melewati lutut dan pergelangan kaki. Tempelkan kompres dingin pada luka, hindari mengompres dengans langsung pada kulit. Angkat anggota tubuh yang mengalami patah tulang jika memungkinkan untuk memberikan kompres dingin untuk mengurangi pembengkakan. Berikan obat antiinflamasi seperti ibuprofen atau naproxen. Hubungi rumah sakit terdekat. 5. Cedera Kepala, Leher, dan Sumsum Tulang Belakang Jika diduga mengalami cedera salah satu dari beberapa bagian tubuh tersebut, berikut langkah pertolongan pertama pada kecelakaan Jangan menggerakkan korban, meskipun kepala atau tubuhnya dalam posisi yang kaku. Stabilkan kepalanya dalam posisi apa pun dengan memberikan topangan menggunakan tangan di kedua sisi kepala. Tetap dalam posisi ini sampai bantuan datang medis datang. 6. Keseleo Tanda dan gejala keseleo hampir mirip dengan gejala patah tulang. Jika ragu, pertolongan pertama untuk keseleo harus sama dengan patah tulang seperti yang telah dijelaskan di atas. Guna memberikan bantuan sementara, lakukan langkah berikut Melemaskan anggota tubuh. Menggunakan kompres dingin. Minum obat antiinflamasi Bawa ke rumah sakit untuk diagnosis dan perawatan lebih lanjut. 7. Sengatan Listrik Jika seseorang mengalami sengatan listrik, segera matikan arus listrik di sumber listrik untuk memutuskan kontak antara orang tersebut dengan sumber listrik. Jika tidak dapat mencapai sumber listrik, lakukan langkah berikut Jangan mendekati atau menyentuh orang tersebut sampai Anda yakin arus listrik telah dimatikan. Setelah sumber listrik dimatikan dan jika orang tersebut tidak bernapas, segera hubungi nomor darurat medis. 8. Syok Syok adalah kondisi yang terjadi ketika darah yang bersirkulasi ke otak terlalu sedikit. Ini berarti otak tidak menerima cukup oksigen, yang menyebabkan pingsan, disorientasi perubahan kondisi mental, dan pusing. Syok dapat disebabkan oleh sejumlah faktor berikut Setelah kecelakaan yang menyebabkan kehilangan darah. Setelah infeksi serius yang disertai kehilangan cairan. Setelah mengalami luka bakar yang serius. Setelah kecelakaan lainnya yang menyebabkan kehilangan cairan atau darah. Akibat reaksi alergi anafilaksis. Ketika tidak memiliki cukup darah di pembuluh darah, tekanan darah turun dan oksigen yang mengalir ke otak terlalu sedikit. Kondisi ini menimbulkan gejala berikut Pucat. Berkeringat, lembap, dan dingin. Pusing. Cemas atau gelisah. Denyut nadi yang lemah dan cepat. Tekanan darah rendah. Pernapasan yang lambat dan lemah. Tidak sadar. Jika mengalami gejala syok yang telah dijelaskan di atas, lakukan pertolongan pertama pada kecelakaan lalu lintas atau penyebab lainnya berikut ini Hubungi rumah sakit terdekat sesegera mungkin. Obati luka yang terlihat jelas. Angkat, baringkan, dan topang kakinya jika memungkinkan. Menggunakan mantel atau selimut agar tetap hangat. Jangan beri makan atau minum. Pastikan penderita syok merasa tenang. 9. Kehilangan Kesadaran Periksa responsivitas dengan menepuk bahu korban, jika tidak respon, berikan rangsang nyeri, misal menekan bagian sternum atau tulang pipi. Jika menghadap ke bawah, balikkan wajah ke atas, berhati-hatilah agar kepala, leher, dan punggung tetap lurus. Miringkan kepala ke belakang dan angkat dagu untuk membuka jalan napas. Periksa perdarahan dan cedera lainnya dan lakukan CPR jika perlu. 10. CPR Jika Anda melihat seseorang pingsan atau tidak sadarkan diri, segera hubungi rumah sakit. Jika area di sekitar orang yang tidak sadar tampak aman, dekati dan mulai memberikan cardiopulmonary resuscitation CPR. Meskipun tidak memiliki pelatihan formal, Anda dapat melakukan CPR khusus tangan untuk membantu seseorang tetap hidup hingga bantuan medis tiba. Ini dilakukan sebagai pertolongan pertama pada kecelakaan lalu lintas atau faktor lainnya. Berikut ini cara melakukan CPR khusus tangan Letakkan kedua tangan di tengah dada, dengan satu tangan di atas tangan lainnya. Tekan lurus ke bawah untuk menekan dada berulang kali, dengan kecepatan sekitar 100-120 tekanan per menit. Terus lakukan tekanan pada dada sampai bantuan medis datang. Berikut cara melakukan CPR dengan bantuan pernapasan Pastikan saluran pernapasan terbuka, dan cubit hidung hingga menutup. Angkat dagu ke atas secara perlahan dengan dua jari tangan yang lain. Tarik napas dalam-dalam, berikan napas buatan melalui mulut ke mulut. Perhatikan dada naik dan turun. Untuk menarik napas lagi, angkat kepala Anda dan tarik napas dalam-dalam. Lakukan kembali 4 langkah tersebut. Anonim. 2014. First aid – what everybody should know. Diakses pada 7 Oktober 2020 Anonim. 2018. First aid. Diakses pada 7 Oktober 2020 Anonim. 2016. Accidental Injuries 6 Types of First Aid Tips You Should Know. Diakses pada 7 Oktober 2020 Brouhard, Rod. 2020. 10 Basic First Aid Procedures. Diakses pada 7 Oktober 2020 Felman, Adam. 2018. First aid, the recovery position, and CPR. Diakses pada 7 Oktober 2020 Hepler, Linda. 2018. Introduction to First Aid. Diakses pada 7 Oktober 2020 DokterSehat © 2023 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi Manusia sebagai makhluk hidup selalu bergerak setiap hari. Gerakan atau kegiatan dilakukan di dalam dan di luar ruangan. Setiap kegiatan atau gerakan perlu dilakukan secara cemat karena beresiko mengalami kecelakaan. Meskipun bukan suatu hal yang diharapkan, kecelakaan memerlukan langkah antisipatif yang diantaranya dengan mengetahui atau mendiagnosa penyakit maupun akibat kecelakaan, penanganan terhadap korban dan evakuasi korban bila diperlukan. Hal ini memerlukan pengetahuan P3K agar korban tidak mengalami resiko cidera yang lebih besar. Sekarang coba kamu baca tentang materi Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan P3K berikut ini. 1. Pengertian P3K Pertolongan pertama pada kecelakaan ialah pertolongan sementara yang diberikan kepada seseorang yang menderita sakit atau kecelakaan sebelum mendapat pertolongan dari dokter. Sifat dari pertolongan pertama ialah memberikan perasaan ketenangan kepada korban, mencegah atau mengurangi rasa takut dan gelisah, dan mengurangi bahaya yang lebih besar. 2. Tujuan P3K Orang selalu berusaha menghindari penyakit atau kecelakaan. Tetapi tidak seorang pun tahu kapan penyakit atau kecelakaan itu akan datang. Karena itu kita harus selalu berusaha untuk memperkecil akibat dari musibah atau kecelakaan yang mungkin sewaktu-waktu akan menimpa diri atau sanak keluarga kita. Kecelakaan itu berjenis-jenis macamnya dan penanganannyapun memerlukan keterampilan dan pengetahuan sendiri-sendiri. Kecelakaan dapat terjadi di mana-mana, dirumah, diperjalanan, di sekolah, di tempat kerja, di kolam renang, di tempat-tempat rekreasi dan di tempat-tempat lain. Sebagai akibat kecelakaan, korban dapat meninggal seketika, pingsan, luka berat dan luka ringan. Korban kecelakaan yang masih hidup memerlukan pertolongan secepat mungkin, supaya korban terhindar dari bahaya maut. Pada kondisi tersebut terletak fungsi pertolongan pertama sebelum dokter datang. Bila dilakukan dengan benar, pertolongan pertama pada kecelakaan dapat menolong jiwa seseorang. Namun demikian, bila dilakukan dengan salah, bahkan dapat membahayakan jiwa korban. Oleh karena itu, orang yang memberikan pertolongan pertama harus mempunyai pengetahuan, keterampilan P3K serta mampu melihat situasi dan kondisi korban sebelum melakukan pertolongan pertama. Tindakan-tindakan yang harus dilakukan dalam memberikan pertolongan pertama, antara lain a. Panggillah dokter secepat mungkin atau bila dokter tak mungkin segera datang, kirimkanlah penderita segera ke rumah sakit. b. Hentikan perdarahan. c. Cegah dan atasi shock atau gangguan keadaan umum yang lainnya. d. Cegahlah infeksi. Tujuan pertolongan pertama pada kecelakaan adalah sebagai berikut. a. Menyelamatkan nyawa atau mencegah kematian 1 Memperhatikan kondisi dan keadaan yang mengancam korban. 2 Melaksanakan Resusitasi Jantung dan Paru RJP kalau perlu. 3 Mencari dan mengatasi pendarahan. b. Mencegah cacat yang lebih berat mencegah kondisi memburuk 1 Mengadakan diagnose. 2 Menangani korban dengan prioritas yang logis. 3 Memperhatikan kondisi atau keadaan penyakit yang tersembunyi. c. Menunjang penyembuhan 1 Mengurangi rasa sakit dan rasa takut. 2 Mencegah infeksi. 3 Merencanakan pertolongan medis serta transportasi korban dengan tepat. 3. Prinsip-prinsip P3K Prinsip-prinsip atau sikap kita ketika melakukan usaha pertolongan pertama pada kecelakaan adalah sebagai berikut. a. Bersikap tenang dan tidak panik. b. Berikan pertolongan dengan cara yang cepat dan tepat. c. Sebelum mengetahui berat ringannya cidera yang dialami, jangan cepat-cepat memindahkan atau menggeser korban. d. Jika ada luka, diusahakan agar korban tidak melihatnya, sebab dapat membuat korban menjadi panik. e. Setelah mendapat pertolongan pertama, korban sebaiknya segera dibawa ke dokter, rumah sakit, Puskesmas untuk penanganan selanjutnya. B. Peralatan P3K dan Cara Penggunaannya Peralatan atau perlengkapan pertolongan pertama pada kecelakaan minimal yang perlu dipersiapkan dalam usaha memberikan pertolongan, antara lain sebagai berikut 1. Peralatan P3K a. Kasa Pembalut Perban Perban terbuat dari kain yang jarang dan tipis. Perban ini dipergunakan untuk membalut luka yang sudah ditutup kasa steril. b. Kasa Steril Kasa yang sudah disterilkan digunakan untuk menutup luka. Kasa steril adalah kain yang bebas dari kuman-kuman penyakit. c. Plester Plester digunakan untuk merekatkan kasa penutup agar tidak terlepas. Dalam meletakkan kasa penutup, plester ditempatkan pada beberapa tempat dan jangan melewati bagian tengah luka. d. Plester obat Plester obat plester yang mengandung obat biasanya digunakan untuk menutup luka kecil yang telah dibersihkan, misalnya akibat teriris atau tersayat benda tajam. Pada permukaan tengah plester terdapat lapisan yang mengandung obat. e. Pembalut Segitiga Pembalut segitiga mitella biasanya digunakan untuk korban yang mengalami kecelakaan seperti patah tulang lengan, luka di kepala atau cedera pada sendi lutut. Pembalut segitiga terbuat dari kain putih dengan ukuran 90 cm dan 125 cm. Pinggirnya tidak dijahit agar ketika dipakai tidak menekan luka atau cedera. f. Kapas Kapas digunakan untuk membersihkan luka atau mengoleskan obat. Biasanya sebelum digunakan, kapas terlebih dahulu dibasahi dengan air bersih yang steril atau larutan pembersih luka, setelah itu baru dipakai untuk membersihkan luka yang kotor. g. Gunting Gunting yang digunakan sebaiknya gunting perban tahan karat. h. Lampu senter Lampu senter digunakan untuk melihat luka tertentu agar lebih jelas, misalnya suatu benda yang masuk ke telinga atau melihat benda yang sangat kecil di dalam luka. i. Jepitan Jepitan pinset digunakan untuk mengambil suatu benda yang kecil di dalam luka atau mengambil kotoran yang melekat pada permukaan luka. Pinset juga biasanya dipakai untuk menjepit kapas atau kasa steril. Sebelum dipakai sebaiknya pinset dibersihkan dahulu dengaan alkohol 70% atau direbus. 2. Obat-obatan P3K a. Obat Penghilang Rasa Sakit 1 Jenis obat a Balsem b Minyak kayu putih c Minyak angin 2 Cara penggunaannya Obat diusapkan atau dioleskan pada dada, kening, leher dan perut atau diciumkan. 3 Kegunaannya Memberi rasa segar, menghilangkan rasa sakit, melonggarkan pernapasan atau menghangatkan tubuh. b. Obat Luka Bakar 1 Jenis obat • Salep minyak ikan 2 Cara penggunaannya 3 Kegunaannya Pada luka bakar yang kecil dan ringan sangat efektif dan cepat menyembuhkan. c. Obat Luka Ringan 1 Jenis obat a Obat merah b Betadin 2 Cara penggunaannya Bersihkan luka dengan obat pencuci luka terlebih dahulu, kemudian oleskan obat pada luka. 3 Kegunaannya Mempercepat penyembuhan pada luka yang ringan seperti tersayat benda tajam dan menghindarkan luka dari kotoran agar tidak infeksi. d. Obat Penyadar Orang Pingsan 1 Jenis obat a Amoniak cair 25% b Eau de cologne 2 Cara penggunaannya Basahi kapas dengan Amoniak atau Eau de cologne. Kemudian kapas didekatkan atau diciumkan ke hidung korban sampai korban sadar. e. Obat Pencuci Luka 1 Jenis obat a Larutan betadin b Alkohol 70% c Boorwater larutan boric 2 Cara Menggunakannya Basahi kapas dengan larutan betadine, alkohol atau boorwater. Kemudian luka bersihkan dengan kapas yang sudah dibasahi dengan larutan tersebut di atas. C. Kecelakaan yang Sering Terjadi dan Cara

pertolongan pertama pada kecelakaan untuk menolong jiwa seseorang